Segala sesuatu yang ada baik yang tampak maupun tidak tampak adalah ciptaan Allah SWT. Yang namanya ciptaan sudah tentu beda dengan Pencipta baik materinya maupun wujudnya. Materi atau zat dalam ilmu fisika dibagi menjadi 3 yaitu padat, cair dan gas. Padat dan cair dapat kita lihat dengan mata telanjang sedangkan gas tidak dapat kita lihat namun bisa kita rasakan. Ketiganya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Misalnya padat menjadi cair namanya mencair, cair menjadi padat namanya membeku, padat menjadi gas namanya mengkristal, gas menjadi padat namanya menyublim. Dan banyak contoh yang lain.
Perubahan itu hanya berlaku bagi zat atau materi atau pula ciptaan sedangkan Sang Pencipta tidak akan mengalami perubahan. Dalam arti sangat berbeda antara wujud zat atau wujud ciptaan dengan wujud Sang Pencipta yang mutlaq Ada. Karena tidak mungkin adanya ciptaan tanpa ada Sang Penciptanya. Dialah Allah Subhaahu wata'ala. Materi atau zat yang diciptakan tidak bersifat langgeng atau abadi sedangkan Dzat Allah abadi karena ketidak abadian zat atau materi mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Setiap materi menempati ruang dan memiliki massa. Hal itu dapat kita buktikan dengan balon yang diberi udara dan tidak diberi udara. Kedua balon itu kita ikat ke hanger. Maka yang terjadi balon yang berisi udara akan turun kebawah karena lebih berat dibanding yang tidak berisi udara.
Dalam kitab Kifayatul 'awam dijelaskan bahwa wujud ada tiga yaitu wujud mutlaq yaitu wujudnya Allah SWT, wujud muqoyyad yaitu ketergantungan dengan ruang dan tempat termasuk wujudnya alam semesta dan juga kita sebagai manusia, dan yang ketiga adalah wujud 'arody yaitu wujudnya tergantung pada ilmunya Allah, jika Allah berkehendak wujud maka benda itu berwujud, jika tidak berkehendak maka benda itu tidak berwujud. Dari sini dapat difahami bahwa materi yang harus memiliki ruang dan massa memang berbeda jauh dengan wujud mutlaq Allah. Kita tidak mungkin mengatakan materi tidak butuh tempat atau ruang. Hal itu adalah mustahil karena memang materi membutuhkan tempat dan ruang.
Disamping bisa berubah dari wujud yang satu kewujud yang lain, materi atau zat juga memiliki sifat berdasarkan keadaannya yaitu :
1. Wujud zat
Telah dibawah diawal bahwa wujud zat padat, cair, dan gas bisa berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Bentuk perubahannya bermacam - macam sebagaimana disampaikan diawal seperti mencair, melebur, membeku, mengkristal, menyublim, mengembun dan lain-lain. (dibahas diartikel selanjutnya)
2. Warna
Setiap zat memiliki warna tertentu untuk membedakan dengan zat lain. Seperti contohnya warna batubara hitam, warna buah pepaya yang menguning menunjukkan sudah matang, warna kayu berwarna coklat namun ada yang berwarna hijau seperti kayu randu yang baru dipotong.
3. Kelarutan
Ada beberapa zat yang larut dalam air dan ada pula yang tidak larut dalam air. Seperti garam bisa larut dalam air. Berbeda dengan minyak yang tidak dapat larut dalam air. Air umumnya sebagai pelarut sedangkan garam sebagai zat yang terlarut :
Contoh lain zat yang terlarut dalam air yaitu gula. Ketika kita membuat kopi, susu, teh dan lain-lain maka gula yang kita pakai untuk pemanis akan larut dalam air.
4. Daya Hantar Listrik
Setiap benda atau materi memiliki sifat daya hantar listrik, ada yang kuat seperti besi, aluminium, tembaga, kawat., ada yang lemah seperti silikon dan yang tidak bisa menghantarkan listrik seperti kayu, karet, plastik dan lain-lain. Penghantar listrik disebut konduktor sedangkan yang tidak menghantarkan listrik disebut isolator. Materi penghantar listrik disebut logam sedangkan materi yang tidak menghantarkan listrik disebut non logam.
5. Daya magnet
Berdasarkan sifat kemagnetan, materi dibagi dua yaitu yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda magnetik, sedangkan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut non magnetik. Benda yang menarik benda lain disebut magnet. Magnet ada yang alaimi ada yang buatan. Magnet pertama kali ditemukan oleh Magneto didaerah magnesia yaitu kawasan kecil di Asia.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar